Mudik Aman Mudik Nyaman

20150714130418_mudik-2015-ada-107-pasar-tumpah-dan-124-jalan-rusak-blO8JfHLKz

Mudik dan lebaran adalah suatu hal yang tidak bisa terpisahkan. Inget lebaran inget mudik, tetapi euforia seperti ini juga tidak dapat dipisahkan dari “memboyong keluarga”. Berbagai cara dilakukan oleh sang pemudik untuk memboyong keluarganya, dari menggunakan kendaraan darat, laut hingga udara. Tapi sebelum kita membahas kendaraan apa yang sebaiknya digunakan, ada baiknya kita ulas seperti apa cara mudik yang nyaman dan aman bagi Ayah Bunda dan keluarga.

1. Persiapkan kondisi kesehatan tubuh Anda.
Kondisi kesehatan tubuh menjadi salah satu hal yang penting agar perjalanan mudik aman dan nyaman. Bagi pemudik sebaiknya mengistirahatkan tubuh satu hari sebelum agar saat mudik tubuh tidak lelah bahkan sakit. Usahakan juga mulai sedini mungkin minum vitamin atau berolahraga untuk menambah stamina tubuh.

2. Periksa kondisi kendaraan
Periksa kondisi kendaraan Ayah Bunda ke bengkel terpercaya. Bila Ayah Bunda menggunakan kendaraan sewa mintalah informasi kepada pemilik kapan terakhir kali air radiator diganti dan juga oli mesin, oli rem serta ganda. Jangan lupa untuk mengecek tekanan udara dibawah ban, bawalah peralatan darurat seperti dongkrak, tools kit, ban cadangan , tali derek, segitiga pengaman, kunci roda dan sebagainya.

3. Bawa barang secukupnya.
Bawalah barang sesuai dengan keperluan, jangan membawa barang-barang yang tidak perlu. Membawa barang seperlunya juga membuat perjalanan Ayah Bunda lebih leluasa didalam kendaraan.

4. Paketkan oleh-oleh
Sering kali saat mudik kita membawa oleh-oleh untuk keluarga disana. Membawa oleh-oleh yang jumlahnya sedikit tidak masalah, tetapi jika membawa oleh-oleh dengan kuantitas banyak sebaiknya dipaketkan agar saat berkendara Ayah Bunda bisa leluasa didalamnya

5. Bawa bekal makanan yang cukup
Ayah Bunda sebaiknya membawa bekal makanan yang cukup supaya saat perjalanan tidak kelaparan. Makan saat diperjalanan juga dapat mencegah masuk angin dan perut kembung.

6. Pilih Waktu Keberangkatan
Ada untung dan ruginya melakukan perjalanan pagi atau malam. Sebagai gambaran bila Ayah Bunda memutuskan berangkat ketika matahari sudah terbit, maka Ayah Bunda akan disuguhi dengan pemandangan sekitar, mudah mencari bengkel, tetapi Ayah Bunda akan menghadapi kemacetan lalu lintas dan juga terik matahari. Tetapi sebaliknya bila Ayah Bunda memutuskan berangkat di malam hari, Ayah Bunda akan sulit mencari bengkel, tidak bisa melihat pemandangan sekitar, sulit mencari warung makan, tetapi Ayah Bunda bisa terhindar dari kemacetan.

7. Bawa uang secukupnya
Berpergian membawa uang yang banyak cukup riskan karena kita pergi ke tempat yang kurang familiar. Sebaiknya kita membawa uang secukupnya, sebagai jaga jaga untuk Bunda dan keluarga.

(azar)

Adab-Adab ‘Itikaf

Mempelajari-Anjuran-Itikaf-di-Bulan-Ramadhan-Part-3

Ayah Bunda, sudah masuk 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan. Ayah Bunda sudah mempersiapkan untuk ‘itikaf ? sebelum kita ‘itikaf, kita tengok dulu yu seperti apa adab-adab i’tikaf.

  1. Ayah Bunda mengenakan pakaian yang bersih dan pantas, seperti yang dimaksud Al Qur`an: Artinya: Wahai bani Adam, kenakanlah pakaianmu yang indah di setiap kali kamu memasuki masjid. (Q/7:31)
  2. Ayah Bunda, tidak mengotori masjid, misalnya meludah dengan sembarangan. Menurut hadist Rasulullah: meludah di masjid adalah dosa, penebusnya ialah dengan menghilangkannya.
  3. Ayah Bunda, menghindarkan diri dari bau tak sedap yang menggaggu orang lain. Rasulullah bersabda: Barang siapa makan bawang putih, maka sekali-kali jangan mendekati masjid kami. (muttafaq`alaih)
  4. Ayah Bunda, tidak membicarakan urusan bisnis, apalagi transaksi di dalam masjid, Rasulullah bersabda: Seandainya kalian itu penduduk di sini (bukan tamu) sungguh akan kucambuki kalian, karena kalian berteriak-teriak di masjid Rasulullah. (H.R. Bukhari)
  5. Ayah Bunda, mengerjakan salat tahiyat masjid.
  6. Ayah Bunda, tidak meninggalkan masjid jika adzan sudah dikumandangkan.
  7. Ayah, Bunda, memperpanjang jarak perjalanan ke masjid agar jumlah langkahnya lebih banyak. Barang siapa bersuci di rumahnya, lalu pergi ke salah satu masjid untuk menunaikan kewajiban salat fardlu, maka semua langkahnya yang satu menggugurkan dosanya dan yang lain mengangkat derajatnya. (H.R. Muslim)
  8. Ayah Bunda, sepanjang perjalanan menuju ke masjid hendaknya membaca doa, “Ya Allah jadikanlah cahaya di hatiku dan di lidahku, jadikanlah pula cahaya di pendengaranku dan penglihatanku, ya Allah, jadikanlah cahaya dari belakangku dan dari hadapanku, jadikanlah pula cahaya dari atasku dan dari bawahku, ya Allah berikanlah kepadaku cahaya Mu.” (muttafaq `alaih)
  9. Ayah Bunda, memulai dengan kaki kanan ketika memasuki masjid, sambil membaca doa: “Dengan nama Allah, salawat dan salam kepada Rasulullah Nya, ya Allah bukakanlah kepadaku semua pintu rahmat Mu.” (H.R. Muslim)
  10. Ayah Bunda, saat keluar dari masjid, mendahulukan kaki kiri, dan membaca doa: “Dengan nama Allah, salawat dan salam kepada Rasulullah Nya, Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerah Mu.” (H.R. Muslim)

(Azar)

sumber : islampos

Adab-Adab Sebelum Mudik

packing-300x216

Ayah Bunda mau mudik ? Cek yu apa aja sunnah Rasulullah sebelum mudik, agar setiap perjalanan kita dihitung sebagai ibadah.

1. Melakukan shalat Istikharah sebelum bepergian (mudik), yaitu shalat sunnah dua raka’at kemudian berdo’a dengan do’a Istikharah.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaklah melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua raka’at kemudian membaca do’a. [HR. Al-Bukhari]

2. Ayah Bunda sebaiknya bertaubat dan beristighfar kepada Allah dari segala macam dosa yang telah dilakukan, karena Ayah Bunda tidak tau apa yang akan terjadi setelah kita melakukan safar dan tidak mengetahui pula takdir yang menimpa. Hendaknya Ayah Bunda yang hendak safar tidak membawa perbekalan kecuali dari sumber yang halal lagi baik.

3. Sebaiknya, Ayah Bunda melakukan safar (perjalanan) bersama dengan dua orang atau lebih. Sebagaimana hadits:
“Satu pengendara (musafir) adalah syaitan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaitan, dan tiga pengendara (musafir) ialah rombongan musafir.”

4. Ayah Bunda yang berpergian untuk mudik hendaknya memilih teman perjalanan yang shalih, yaitu orang yang dapat membantu menjaga agama kita, menegur apabila kita lupa, membantu Ayah Bunda jika dibutuhkan dan mengajari apabila Ayah Bunda tidak tahu. Indahnya Islam .

5. Memilih ketua rombongan, hendaknya menunjuk seorang ketua rombongan dalam safar, sebagaimana hadits:
“Jika tiga orang (keluar) untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai ketua rombongan.” Dan pilihalah ketua rombongan yang mempunyai akhlak yang paling baik, paling dekat dengan teman-teman, paling dapat mengutamakan kepentingan orang lain (tidak egois) dan senantiasa mencari kesepakatan rombongan (ketika ada perbedaan pendapat)

6. Disunnahkan untuk melakukan safar (perjalanan) pada hari Kamis dan berangkat pagi-pagi ketika akan melakukan perjalanan.
Di dalam riwayat yang lain,
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bepergian senantiasa melakukannya pada hari Kamis.” [HR. Al-Bukhari]
“Ya Allah, berkahilah ummatku pada pagi harinya.” [HR. Abu Dawud no. 2606, at-Tirmidzi]

Dan sangat disukai untuk memulai bepergian pada waktu ad-Dulajah, yaitu awal malam atau sepanjang malam, sebagaimana hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Hendaklah kalian bepergian pada waktu malam, karena seolah-olah bumi itu terlipat pada waktu malam.” [HR. Abu Dawud]

7.Berpamitan kepada keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berpamitan kepada para Sahabatnya ketika akan safar (bepergian), beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan do’a kepada salah seorang di antara mereka, dengan do’a:
“Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah.” [HR. Ahmad]

Sumber : www.almanhaj.or.id/4007-adab-adab-safar

(Azar)