bookmark bookmark
Sygma On June - 6 - 2010

Kurang lebih 12.000 tahun silam, peradaban manusia sebelum peradaban kita sekarang pernah mengalami suatu serangan banjir yang sangat dahsyat, dan banjir waktu itu juga mengakibatkan tenggelamnya daratan.

Secara berturut-turut arkeolog menemukan sejumlah besar bukti yang secara langsung atau pun tidak mengenai banjir dahsyat yang terjadi waktu itu. Para antropolog juga menemukan bukti melalui penelitian pada suku bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia tentang legenda asal-usul peradaban bangsa ini.

Penelitian membuktikan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, tabrakan benda angkasa (termasuk meteorit dan komet), pergerakan naik turun lempeng daratan, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dsb.

Atlantis sebagai contoh pernah menjadi sebuah daratan yang memiliki peradaban tinggi manusia, namun tenggelam ke dasar lautan dalam sebuah bencana gempa bumi yang dahsyat  ada 11.600 tahun silam. Hal itu membentuk sebuah zona di laut China selatan sekarang, laut  di daerah ini sangat dangkal, kedalamannya rata-rata hanya 60 meter lebih. Hanya puncak gunung tertinggi di daratan waktu itu yang tersisa di atas permukaan laut, yaitu yang sekarang terletak di negeri kita, Indonesia.

Zaman Nabi Nuh tidaklah seprimitif yang selama ini kita bayangkan. Hakikatnya pada zaman itu semuanya sudah maju. Ilmu pengetahuan mereka sudah maju pada masa itu.

Di kaki gunung Ararat itu, para peneliti dan ilmuwan Rusia telah menemukan lebih kurang 500 kesan artefak baterai elektrik purba yang digunakan untuk menyadurkan logam.

Jelas sekali, bahwa bekas peninggalan kota-kota yang pernah mewakili peradaban manusia prasejarah dan memiliki kecemerlangan ini tenggelam ke dasar lautan karena tenggelamnya daratan.

Sisa-sisa perahu Nabi Nuh ditemukan di ketinggian 13 ribu kaki atau sekitar 3,9 kilometer di sebuah gunung di Turki. Sekelompok penjelajah evangelis dari Turki dan Cina mengatakan mereka menemukan sisa-sisa kayu dari perahu Nabi Nuh di Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Kelompok penjelajah tersebut mengaku dari data karbon kayu tersebut menunjukkan berusia 4.800 tahun. Artinya, waktu tersebut sesuai dengan berlayarnya Perahu Nabi Nuh. Para evangelis dan sebagian peneliti sejak lama menduga Gunung Ararat sebagai tempat terakhir berlabuhnya perahu Nabi Nuh.

Yeung Wing-Cheung, anggota tim peneliti Kependetaan Internasional Masalah Perahu Nabi Nuh yang melakukan pencarian tersebut, mengatakan, “Itu bukan 100 persen bisa dinyatakan sebagai perahu Nabi Nuh. Tetapi kami rasa 99,9 persen itu merupakan perahu Nabi Nuh.”

“Keutamaan dari penemuan ini adalah untuk pertama kali dalam sejarah penemuan perahu Nabi Nuh terdokumentasikan dengan baik dan diungkap ke khalayak di seantero dunia,” ujar Aalten saat jumpa pers penemuan tersebut. “Ada banyak bukti-bukti akurat yang menunjukkan bahwa struktur yang ditemukan di Gunung Ararat di Turki bagian timur adalah perahu Nabi Nuh,” ujar Aalten.

Perwakilan dari Kependetaan Internasional Masalah Perahu Nabi Nuh mengatakan struktur yang terkandung di beberapa bagian, beberapa balok kayu, diduga merupakan bagian dari perahu yang dipakai sebagai kandang bermacam hewan. Tim arkeolog evangelis juga menyatakan tidak mungkin ada permukiman di kawasan tersebut.

Anggota tim penjelajah, Panda Lee, mengatakan, “Pada Oktober 2008, saya memanjat gunung tersebut dengan tim dari Turki. Di ketinggian sekitar lebih dari 4.000 meter, saya melihat ada struktur bangunan yang terbuat dari papan seperti kayu gelondongan. Tiap papan memiliki ketebalan 8 inchi. Saya melihat tenons, bukti konstruksi kuno sebelum paku besi ditemukan.”

Menurut beberapa kitab suci, Tuhan memutuskan untuk membanjiri bumi dengan air setelah melihat kondisi dunia yang buruk. Tuhan lalu meminta Nuh untuk membangun sebuah perahu besar dan mengisi perahu tersebut dengan manusia dan hewan.

Menurut kitab suci, setelah banjir surut, perahu Nabi Nuh terdampar di sebuah gunung. Banyak orang menduga Gunung Ararat, titik tertinggi di kawasan tersebut, sebagai tempat labuhan terakhir perahu Nabi Nuh.

Reblog this post [with Zemanta]
Categories: Berita

17 Responses

  1. Bang Aswi says:

    Wah, mantep nih. Visualnya oke, kontennya pun oke punya. Semoga tulisan2nya di-update terus ^_^

  2. kha says:

    Subhanallah…kalo memang itu benar kapal Nabi Nuh.
    Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya.
    Subhanallah

  3. ade says:

    alhmdulilh allh tlh mnpkn apa yg tk prnh kit liht

  4. sapta bisana says:

    moga penulisnya di berkahi oleh allah atas usahanya ini amin…

  5. Nah, ini yang saya cari. Makasih.

  6. Junior says:

    Wah mantap infonya… sayngat bermanfaat… Semoga banyak orang yang tertolong dengan adanya blog ini…Salam kenal…

  7. Makasih Boss.. Infonya mantap

  8. winstrol says:

    Sangat informatif pos. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbagi pandangan Anda dengan kami.

  9. musik mp3 says:

    makasih infonya… semoga barokah…salam

  10. condro says:

    subhanallah…maha besar allah..dgn segala ciptaanNYA..smoga menjadi pelajaran bgi hamba2nya yg selalu memujaMu..salam dan salawatku kpd rosullah saw.allhahuma sholiala syaidina muhammad waalaalihi washobihi……….

  11. escort uae says:

    Anda menyelesaikan beberapa poin yang baik pada muhammadteladanku.com . Saya melakukan pencarian dengan tema dan menemukan sebagian besar orang akan memiliki pendapat yang sama dengan blog Anda . Mengirim salam

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam