bookmark bookmark
Sygma On July - 21 - 2010

Pada tahun 14 Hijriyah. Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang persia. Khansa mengerahkan keempat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu.  Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang tentara islam.

”wahai anak – anakku, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat, negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah. Inilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya di anugrahi hidup.”

Pemuda-pemuda keluar menuju medan perang. Mereka berjuang mati-matian dan mengalahkan banyak musuh, sampai akhirnya mereka pun gugur, keempat-empatnya. Seusai perang, ramailah tentara Islam datang menemui Khansa memberi tahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Ia terus memuji Allah dengan ucapan : “Segala Puji Bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!”

Dari peristiwa peperangan itu pula wanita ini mendapat gelaran kehormatan Ummu Syuhada (ibu orang-orang yang syahid). Subhanallah, sungguh sangat tangguh hati Khansa. Sungguh tinggi daya tahan-malangnya! Daya tahan malang yang dimaksud disini juga bermakna cerdas dalam menjadikan musibah atau kekurangan menjadi peluang! Kemampuan untuk tahan secara berulang-ulang menerima dan mengatasi berbagai kesedihan, kekecewaan, kerugian, ketidakberuntungan, dan sebagainya dengan sikap tenang, tangguh, akan memberikan pada kita jiwa besar yang tidak terbayar!

Pertanyaannya sekarang, apa yang akan ibu-ibu lakukan jika mengalami musibah kehilangan, kematian, bangkrut, di PHK, dimadu, mendapat suami berakhlaktidak terpuji, anak kena narkoba, anak pecandu seks, suami terlibat korupsi, mengalami kebanjiran, harta benda habis, kebakaran, dan sebagainya? Apa yang akan ibu lakukan?

  1. Menangis saja sepanjang hari.
  2. Mengucilkan diri, jera, kapok, tidak mau lagi bersosialisasi.
  3. Meminta pertolongan pada orang pandai dan ”orang pandai” untuk menyelesaikan mesalah.
  4. Merinci semua kesulitan dengan tenang dan menyelesaikan dari yang paling mudah sambil memohon terus pertolongan Allah.

Penulis suka membayang kan untuk melatih ketahan-malangan ini dengan mengangkat telepon dan membayangkan seolah mendengar berita kematian seorang keluarga atau sahabat, dan mengatasinya sebaik mungkin.

Itu hanya salah satu contoh imajiner, sesungguhnya daya tahan-malang yang terbaik adalh yang terjadi dari keseharian kita. Banyak sekali, ayo kita kenali dan ayo kita berlatih.

Categories: Artikel

2 Responses

  1. Bunda Sabina says:

    Alhamdulillah, semoga banyak yg bisa saya share kepada teman2. Boleh khan artikelnya sy share kan bwt teman2 sy? Terima kasih Sygma 🙂

  2. kayu jabon says:

    Ilmu baru nieh, siipp mass, salam

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam