bookmark bookmark
Sygma On February - 2 - 2011

Sepeninggal Nabi Muhammad S.A.W, istri beliau yakni Bunda Aisyah r.a hidup dengan sangat sederhana.

Bunda Aisyah berkata, “Ketika Rasul wafat,  saya tidak memiliki apapun yang bisa dimakan oleh makhluk hidup, kecuali segenggam gandum dari rak saya. Semua gandum itu saya makan (sedikit-sedikit) dalam waktu yang lama sampai habis.”

Tidak berbeda jauh dengan suaminya yakni Rasulullah S.A.W yang semasa hidupnya memilih hidup sederhana dengan tidur beralaskan jerami, di mana setiap kali beliau terbangun maka sebagian dari jerami itu menempel di punggung beliau yang mulia, hingga membuat sahabat Umar bin Khatab yang melihat kondisi itu menangis karena tidak tega melihat kondisi seorang pemimpin besar yang begitu berbeda dengan raja-raja yang ada pada saat itu di mana mereka memiliki istana yang megah dan semua fasilitas yang demikian mewah yang biasanya sangat berbeda dengan kehidupan rakyat yang dipimpinnya.

Subhanalloh, ayah bunda sekalian kita dapat melihat betapa seorang pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat yang dipimpinnya. Para pemimpin seperti itu hidup dan berada di tengah-tengah rakyatnya secara langsung, mendengar keluhan-keluhan mereka, memberikan yang terbaik terhadap apa yang dibutuhkan orang-orang yang dipimpinnya dan menyerahkan seluruh kecintaan mereka dengan tindakan nyata yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakatnya.

Tak heran bila Rasulullah begitu dicintai dan akan terus dibicarakan akhlak dan sikap hidupnya yang mulia itu oleh siapapun yang memelajari perjalanan kehidupannya.

Allohumma Sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

(Diambil dari buku Muhammad Teladanku seri ke 13 – penerbit Sygma Daya Insani)

Categories: Artikel

2 Responses

  1. lala says:

    subhanalloh, seperti itulah seharusnya para peminpin kita..
    izin share ya..

  2. Lumayan dapat ilmu baru ….

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam