bookmark bookmark
Sygma On July - 23 - 2013

Muhammadteladanku.com – Setelah sukses di Jakarta, seminar Parenting Entertraining “Muhammad Teladanku” diselenggarakan di Bandung oleh PT Sygma Daya Insani (SDI), salah satu anak perusahaan PT Sygma Examedia Arkanleema, penerbit buku Islami dan Al Qur’an.  Sekira 1200 peserta, yang sebagian besar keluarga, hanyut terbawa suasana, ketika mendengar kisah keteladanan Nabi Muhammad Saw yang disajikan secara multimedia dan teatrikal di Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, Minggu (21/7/2013)

Saat muhasabah atau renungan evaluasi diri, yang disampaikan bergantian oleh praktisi parenting, Bunda Kurnia Widhiatuti dan entertrainer religi, Nugie Al Afghani, hampir seluruh peserta terbawa suasana haru dan meneteskan air mata. Beberapa diantaranya adalah istri Walikota Bandung terpilih, Atalia Praratya Kamil, Mojang dan Jajaka Jawa Barat 2013, serta jajaran direksi PT Sygma Examedia Arkanleema.

Setelah muhasabah, sesi pertama acara tersebut diakhiri dengan ajakan kepada peserta seminar untuk berkomitmen sebagai Keluarga Pecinta Rasul. Pengucapan komitmen dipimpin Direktur Utama Sygma, Riza Zacharias, yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen pada sebuah banner.

 “Luar biasa. Dari pertama saya masuk sampai akhir, terbawa suasana. Mata saya jadi sembab begini, habis nangis,” ujar Atalia Kamil saat ditemui di luar ruangan.

Menurut Atalia, dengan mengetahui kisah Rasul, kecintaan terhadap Rasulullah semakin tumbuh dan semakin ingin meneladani beliau.

“Semakin dalam kita tahu semakin saya merasa, Ya Allah, cinta Rasulullah kepada kita luar biasa. Tugas kita adalah melakukan apa yang bisa menunjukkan cinta kita kepada Rasulullah. Saya rasa, kita butuh pemimpin dan masyarakat yang bisa meneladani Rasulullah,” tandasanya.

Sementara itu, Fajar Fahmi, salah seorang Jajaka Jawa Barat 2013 mengungkapkan,

“Mengetahui kisah Rasullah membuka mata dan hati kita, jadi lebih tahu siapa rasulullah sehingga jadi banyak belajar. Semoga kita bisa menjaga komitmen untuk menjadi keluarga yang mencintai rasul, taat kepada ajarannya dan bisa menjadi keluarga yang dicintai Allah”.

Fajar pun berkomitmen untuk meneladani rasul, mengikuti sunah-sunahnya dan mencoba menjadi orang yang lebih baik, “Minimal dengan senyum aja kepada orang setiap hari,” ujarnya.  

Pada sesi kedua, yang diisi talkshow tentang keteladanan rasul dalam keluarga, yang menghadirkan Bunda Kurnia dan Bunda Ari Indriyani, keharuan juga muncul, ketika penulis buku Rasulullah Sahabatku, Ali Muakhir, yang dihadirkan dalam talkshow tersebut, tidak kuasa menahan harunya, saat pemandu acara Nugie Al Afghani, meminta Ali menceritakan kembali kisah Rasulullah paling berkesan yang ditulisnya dalam buku untuk anak-anak tersebut.

“Ada satu kisah yang saya nulisnya pun sambil nangis, yaitu ketika…(terdiam agak lama sambil terisak) saat itu rasulullah harus bertemu sama ayahnya dan dalam keadaan..(diam) dalam keadaan sudah meninggal, “ jelas Ali setelah bisa menguasai diri untuk bercerita.

“Itu cerita yang bikin saya nangis tiga hari tiga malam,” ujar Ali sambil tersenyum.

Sementara itu, Bunda Ari, yang memaparkan data tentang kasus-kasus kenakalan di kalangan remaja, mengatakan, terjadinya kasus-kasus tersebut, karena kurangnya kedekatan orang tua dengan anak sebagai akibat adanya krisis keteladanan. Remaja sekarang lebih mengidolakan artis-artis yang menurut Bunda Ari tidak jelas kepribadiannya.

“Daripada mengidolakan artis yang belum tentu jelas, kenapa tidak kita kenalkan anak-anak kita kepada idola yang sesungguhnya, yaitu Rasulullah,” ujarnya mengusulkan.

Bunda Ari menambahkan, untuk menyampaikan keteladanan Nabi Muhammad Saw kepada keluarga, bawalah Rasulullah ke rumah dengan ramah.

“Jangan memberi kesan, kita bedanya jauh dengan rasul. Banyak yang belum tau Rasulullah pernah marah, saat muda ada juga keinginan untuk mabuk-mabukkan. Tapi, Alhamdulillah tidak jadi, karena ditolong oleh Allah,” tuturnya.

Sekira pukul 14.30, acara pun berakhir. Peserta seminar pun merasa puas dengan acara yang baru digelar pertamakalinya di Kota Bandung tersebut.

“Bagus, memberikan motivasi kecintaan kepada Nabi Muhammad,” ujar Malik (32 tahun), peserta seminar asal Jakarta yang datang bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Ia pun berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya dan menekankan kecintaan kepada Rasulullah. *** (roni ramdan)

Categories: Event

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam