bookmark bookmark
Sygma On July - 11 - 2013

happy-familyMuhammadteladanku.com – Tujuan utama melatih anak berpuasa adalah agar pada diri anak tumbuh kecintaan terhadap ibadah puasa. Maka dalam pelaksanaan latihan, kegembiraan mereka menjalankan puasa harus diutamakan daripada keberhasilan secara kuantitas. Jangan sekali-kali memaksakan kehendak, menuntut anak agar bisa berpuasa secara syar’i. Berikut ini tipsnya:

1. Pada waktu makan sahur

Bangun pukul tiga dini hari, bagi anak-anak bukanlah hal mudah sehingga orang tua perlu sabar untuk membangunkannya tanpa emosi dan kemarahan. Buatlah suasana rumah menyenangkan, misalnya dengan alunan ayat suci Alquran, nasyid, maupun lagu anak-anak, termasuk menikmati acara televisi. Untuk menu makanan, pilihlah yang praktis namun cukup kalori. Susu, telur dan roti, misalnya, pilihan yang sering disukai anak-anak, tidak memerlukan waktu lama untuk memakannya, namun memenuhi kebutuhan kesehatan dan kekuatan tubuh.

2. Tahapan berbuka

Jika anak belum berpengalaman puasa, kemudian ia minta berbuka kapan saja, maka izinkanlah. Setelah itu, berilah anak pengertian dan motivasi agar puasanya dilanjutkan dan kemampuan berpuasanya semakin ditingkatkan. Tanamkan kalimat positif jika anak ingin buka sebelum waktunya, misalnya “Nanti ya, Nak minumnya… sebentar lagi buka.”

Jangan lupa untuk mengikutsertakan anak pada saat berbuka, walau mereka telah berbuka sebelumnya. Saat berbuka bisa menjadi ‘peristiwa rohani’ yang membahagiakan anak.

3. Pengkondisian lingkungan

Selama masa latihan, orang tua perlu menciptakan lingkungan yang mendukung, baik di keluarga maupun sekolah. Bagaimanapun, pengaruh lingkungan sekolah dan teman seusianya akan memotivasi anak untuk meningkatkan lamanya berpuasa. Kegembiraan saat berbuka atau makan sahur bersama, memberikan suasana yang lain pada diri anak.

4. Jangan Batasi Aktivitas Fisiknya

Anak tak perlu membatasi aktivitas fisiknya. Geser saja waktu main yang menguras energi. “Main sepeda jangan langsung setelah sahur, menjelang berbuka saja,” kata Piprim. 

 5. Ajarkan Puasa secara Bertahap

Ajarkan anak puasa secara bertahap. Balita cukup berpuasa selama beberapa jam, berbuka, lalu lanjutkan kembali puasanya. Untuk anak SD, perkenankan ia berpuasa hingga Maghrib. “Jangan dikasih batasan sampai Zhuhur kalau anak kuat puasa penuh,” kata Piprim. 

Dalam tiga hari pertama, anak akan merasa lemas. Itu normal. “Sebab, metabolismenya baru beradaptasi dengan puasa,” jelas Piprim. Anak yang mengalami sakit berat, sakit kronis, malnutrisi, ataupun sedang dalam pengobatan lama sebaiknya tidak berpuasa. 

6. Memberi hadiah tanda penghargaan

Memberi hadiah atas perjuangan anak untuk berpuasa bisa menambah motivasi. Hadiah tidak perlu mahal atau berbentuk benda, karena pujian bisa menjadi hadiah istimewa bagi anak.

Sumber: www.republika.co.id

Categories: Artikel, Berita

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam