bookmark bookmark
Sygma On July - 26 - 2013

Muhammadteladanku.com – Keakraban bukanlah inti dalam mendidik anak, tetapi ia adalah pintu satu-satunya untuk menuju inti tersebut.

Seorang anak tidak selamanya kecil. Ia akan terus berkembang semakin besar secara fisik maupun psikologisnya. Perkembangan tersebut tidak jarang berpengaruh terhadap hubungan anak dengan orang tuanya. Seringkali orang tua mengeluhkan, hubungan mereka dengan sang anak menjadi renggang. Mungkin di antara ayah atau bunda ada yang pernah komentar, “Mendingan waktu masih kecil, lebih nurut dan tidak banyak maunya”.

Tidak bisa dipungkiri, semakin besar anak, semakin luas pula wilayah sosial yang dimasukinya. Obyek yang disenangi anak pun semakin beragam dan tidak lagi selalu dari orang tua mereka. Pola interaksi yang sejajar dengan lingkungannya, mendorong anak untuk tidak lagi mau diperlakukan seperti anak kecil yang harus lelau menurut dan bergantung kepada orang tua

Sebaliknya, di sisi lain seluruh perubahan anak tersebut tidak selalu diikuti oleh perubahan orang tua. Bahkan secara tidak sadar, orang tua berusaha untuk mempertahankan otoritasnya dalam ketergantungan anak tersebut selama mungkin.

Tidak seimbangnya perubahan anak dengan penyesuaian yang dilakukan orang tua, terkadang membuat hubungan anak dengan orang tua semakin renggang.

Namun, bukan berarti kita harus membiarkan hubungan tersebut semakin merenggang. Banyak cara yang dapat kita lakukan membangun kembali keakraban dengan putra-putri kita, di antaranya:

a.      Bermain dan bercanda dengan anak

Bermain dan bercanda bukan saja kebutuhan anak yang masih sangat kecil. Anak yang beranjak dewasa pun masih sangat perlu kita ajak bermain dan bercanda.

Umar bin Khathab ra berkata, “Hendaklah seseorang ketika berada di tengah keluarganya, seperti anak kecil yang masih suka bermain dan bercanda. Tapi ketika tersentuh kehormatannya, ia akan menjadi lelaki sejati.”

b.     Memberi kecupan, perhatian dan kasih sayang.

Anak yang selalu kita beri kecupan setiap mereka berpisah dengan kita, lebih besar kemungkinan terbebas dari pengaruh negatif. Kecupan di kening melahirkan ikatan kuat, mewujudkan perhatian dan menumbuhkan kasih sayang

c.      Berdialog dan berbagi dengan anak.

Dialog yang baik dan berbagi rasa yang efektif akan meningkatkan kepercayaan diri anak. secara signifikan. Seorang anak yang selalu diajak dialog dan sharing oleh orang tuanya akan merasakan keberadaan dirinya sangat bermakna bagi jiwa sosialnya.

d.   Menggunakan respons dan menghindari reaksi

Reaksi adalah tindakan yang didasari dari pemikiran pertama saat melihat perilaku positif/negatif anak. Respon adalah tindakan yang didasari pemikiran mendalam dengan melihat sebab dan akibat terhadap perilaku anak. Hindari memberikan reaksi atas perilaku anak. Berikan lebih banyak respons untuk mengetahui sebab-sebab perilaku anak agar kita bisa lebih bijak dalam menyikapi perilaku anak kita.

e.   Memberikan hadiah, penghargaan dan pujian kepada anak

Janganlah sungkan untuk memberikan hadiah, penghargaan dan pujian kepada anak yang telah melakukan suatu kebaikan maupun perilaku yang membuatnya bangga. Reward yang kita berikan kepada anak merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang akan diingat selamanya.

Rasulullah saw. bersabda, “Saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai.”

f.     Lebih banyak mendengar daripada berbicara

Saat anak bereksplorasi dengan lingkungan baru dengan nilai-nilai yang seringkali berbeda, sebenarnya mereka mempunyai pertanyaan-pertanyaan dalam benak. Jika orang tua mampu merangsang mereka untuk menyampaikan kepada kita tanpa rasa takut, kita akan mempunyai kesempatan untuk membangun fikrah (pola pikir) yang baik. Pastikan kita lebih banyak mendengar dan membiarkan anak berkata tanpa rasa takut dan malu.

Biasakan anak untuk menyampaikan perasaan atau opininya kepada kita tanpa harus kita potong atau bantah. Biarkan dia menyelesaikan apa yang ingin disampaikannya. Jadilah orang tua yang lebih memahami daripada mendominasi pembicaraan.

Sumber: Majalah Al Falah, September 2008, dengan modifikasi penulis

Categories: Artikel

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam