bookmark bookmark
Sygma On May - 15 - 2014

sygmadayainsani.co.id – Kasih Rasul untuk Anak-anak – Sebelum putra Rasulullah saw. yang bernama Ibrahim meninggal pada waktu bayi, beliau sering sekali mengambil, merangkul dan menciumi Ibrahim. Hati beliau yang lembut adalah hati yang penuh sayang dan pengertian. Beliau mengajarkan bahwa hati yang keras pun bisa dilembutkan perlahan-lahan. Salah satu cara yang diajarkan Rasulullah saw. untuk melembutkan hati adalah dengan mencintai anak-anak.

Kasih Rasul untuk Anak-anak

Kasih Rasul untuk Anak-anak

Kasih sayang Rasulullah saw. melimpah kepada seluruh anak, tidak terbatas kepada keluarganya. Rasulullah saw. selalu memberi salam jika bertemu anak-anak. Para sahabat beliau pun meneladani ini. Rasulullah saw. tahu bahwa anak-anak memang suka nakal dan manja, tetapi tidak pernah sekalipun beliau memarahi, membentak atau menegur mereka.

Bunda Aisyah ra. menuturkan, “Sekelompok anak kecil dan bayi ibawa ke hadapan Nabi, lalu beliau mendoakan dan menggendong anak-anak kecil itu. Salah seorang anak kencing dan membasahi baju beliau. Beliau tidak marah. Kemudian, Rasulullah minta air dan disiramkan ke bajunya.”

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bercanda dengan cucunya, Hasan bin Ali, sambil menjulurkan lidah sehingga kelihatan merahnya. Hasan pun tertawa.

Anas berkata, “Rasulullah mencandai anak kecil, Zainab putri Ummu Salamah. Beliau berkata lucu dengan panggilan sayang,” Wahai Zuwainab, Zuwainab, wahai Zuwainab.”

Sampai-sampai, pada waktu shalat pun, beliau masih memerhatikan kasih sayang terhadap anak kecil. Beliau pernah shalat sambil menggendong cucunya, Umamah putri Zainab. Saat beliau sujud, Umamah di dudukkan di sampingnya. Ketika beliau berdiri, Umamah digendongnya lagi.

Bahkan Rasulullah saw. suka bermain air dengan anak-anak. Mahmud bin Rabi mengatakan, “Ketika aku masih berumur lima tahun, aku ingat Rasulullah menyemburkan air ke mukaku dari sebuah sumur di rumahku.”

Pesan Rasulullah kepada orang tua muslim “Bukan menyayangi anak, jika seorang muslim memperlakukan anaknya dengan lembut tetapi tidak mengajarkan Islam kepadanya”. Rasulullah saw. bersabda “Suruhlah anak-anakmu shalat pada umur tujuh tahun dan pukullah mereka jika tidak melaksanakannya sampai berumur sepuluh tahun.”

Perintah memukul bukan untuk menyakiti anak, tetapi untuk memberikan kesan kepada anak akan kesungguhan ayah dalam menyuruhnya menjalankan ibadah dan betapa ayah akan marah kalau perintah itu dilanggar.

Memukul pun ada aturannya. tidak dilakukan di bagian buka atau badan. Tapi, di bagian kaki, itupun tidak dengan keras. *** (sumber: buku Muhammad Teladanku, Jilid 13, Hal. 22-23)

 

Categories: Artikel

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam