bookmark bookmark
Sygma On July - 15 - 2014

muhammadteladanku.com – Ayah: Sang Detektif – Ayah adalah gelar yang paling terhormat yang pernah bisa dicapai seorang laki-laki. Terhormat, karena harta yang banyak dan kepandaian yang luar biasa, tak bisa menjamin seseorang menjadi seorang ayah.

Ayah: Sang Detektif

Ayah: Sang Detektif

Terhormat, karena sekali menjadi ayah, seorang lelaki selamanya akan terikat sampai akhirat dengan anak-anaknya.Terhormat, karena gelar yang lain diberikan biasanya bila tugas telah selesai, tetapi ayah adalah gelar yang diberikan justru ketika tugas yang tiada akhir itu baru dimulai.

Menurut saya, tugas pertama yang banyak dilupakan menjadi seorang ayah adalah menjadi detektif bagi anak-anaknya. Kasus yang harus dipecahkan sang detektif adalah mencari dimana minat,bakat dan kekuatan yang dimiliki anak-anaknya. Bila ayah telah memecahkan kasus pertama ini, tugas berikutnya adalah mendampingi setiap anaknya menempuh beragam kegiatan yang dapat mengembangkan bakat dan kemampuanya.

Bersama Fia si sulung, saya pernah belajar bermain keyboard di tempat yan sama, dengan alat yang sama, buku yang sama dan guru yang sama. Di rumah, kami berdiskusi segala hal, mulai dari lagu yang dipelajari sampai pendapat kami tentang pengajar.

Rihan si nomor dua adalah teman sparring saya saat ber akting menjadi Hullk dan Captain Amerika. Rihan pula yang membuat saya mau melihat cicak di tanganya, padahal saya sempat benci cicak, karena salah seekornya pernah loncat indah ke bak mandi saya waktu saya kecil. Wah, saya rasa kalau dia mau, Rihan bisa menjadi pengganti Rob dan Steave si ahli buaya.

Doumble-dot adalah panggilan khusus saya untuk taqi si putra ketiga. Bersama Rihan, kami bertiga adalah laki-laki di rumah. Kami punya lagu khusus tentang kekompakan para lelaki di rumah kami. Sedangkan Ayesha si bayi mungil, menjadi boneka latihan berempati kaka-kakanya.

Mencoba menjadi ayah yang baik dengan menemukan setiap kelebihan anak mungkin adalah satu-satunya amal yang saya harapkan bisa memberatkan timbangan amal di akhirat. Saya sering kaget dengan bakat yang mereka tunjukan. Fia pernah mengejutkan ketika umur 8 tahun telah bisa membuat film kartun sendiri dengan komputer. Akhir-akhir in juga dia sering mengejutkan  saya dengan semangat dan kemampuanya menulis fiksi.

Setiap anak dilahirkan istimewa. Saya tau semua orang akan menemukan kebahagian bila ia mampu memaksimalkan bakat di bidang yang ia cintai. Lebih baik gagal di bidang yang kita cintai, daripada sukses di bidang yang kita benci.

Setiap detektif harus ingat bahwa kesenangan selalu lebih baik daripada kesempurnaan. Anak yang telah menemukan kesenangan di suatu bidang, tinggal tunggu datangnya saja hasil yang sempurna. Namun, anak yang dituntut sempurna dalam bidang yang tidak ia kuasai, tunggu saja datangnya kekecewaan  demi kekecewaan. Untuk menjaga hal demikian, kita para detektif diberi kebahagiaan. (dikutip dari Majalah Ummi – Eka Wardhana)

Categories: Artikel

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam