bookmark bookmark
Sygma On July - 24 - 2015

Rasulullah saw. dan Fatimah

Nama Fatimah tidak bisa lepas dari pena sejarah. Kemuliaan dan keagungannya begitu masyhur. Dari Fatimahlah keturunan Rasulullah terus berlanjut. Rasulullah bersabda, “Fatimah adalah sebagian dari darah-dagingku. Apa saja yang menyakitinya, maka akan menyakitiku. Dan apa saja yang membimbangkannya, juga akan membimbangkanku.” (HR. Bukhari-Muslim)

 

Rasulullah saw. amat menyayangi putri bungsunya, Fatimah. Sewaktu Fatimah kecil, Rasulullah saw. sering mengajaknya berjalan. Tangan Rasulullah SAW menggenggam tangan putri kecilnya yang cantik itu. Rasulullah saw. mencium penuh sayang pipi Fatimah sambil mendudukkannya di pangkuan beliau. Hampir tiada hari yang dilalui tanpa bermain dan bercanda dengan Fatimah.

Setelah Fatimah dewasa dan menjadi istri Ali bin Abu Thalib, rasa sayang Rasulullah saw. kepadanya tidak pernah berkurang. Suatu ketika, beliau sedang duduk-duduk bersama istri-istrinya. Tiba-tiba, datanglah Fatimah yang sudah rindu melihat sang ayah. Maka, mata Rasulullah saw. berbinar gembira dan senyumnya terbit begitu indah. Dengan gembira, disambutnya Fatimah dan dimintanya putrinya itu duduk di sisi beliau.

Demikianlah Rasulullah saw. mengajarkan agar umat Muslim menyayangi anak-anak. Tidak peduli apakah mereka Muslim atau bukan. Rasulullah saw. pernah mempunyai seorang pelayan kecil keturunan Yahudi. Ketika anak itu sakit, beliau menjenguknya dan mengajaknya memeluk Islam. Maka, anak itu pun memeluk Islam.

Seseorang datang menemui Rasulullah saw. dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini?”

Rasulullah saw. bersabda, “Memberinya nama yang baik, juga memberinya kedudukan yang baik dalam hatimu.”

Beliau juga bersabda, “Cintailah anak-anak dan sayangilah mereka. Jika menjanjikan sesuatu kepada mereka, tepatilah. Sesungguhnya, yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki.”

Rasulullah saw. adalah orang yang paling memerhatikan dan menyayangi anak-anak. Karena perhatiannya yang besar, beliau sampai diidolakan oleh anak-anak waktu itu. Semua anak di Madinah mengenal Rasulullah saw. Apabila Rasulullah saw mengusap sayang kepala seorang anak kecil, teman-temannya yang lain akan mengetahui walau tidak melihatnya sebab sapuan tangan Rasulullah saw. sangat harum dan membekas di rambut anak yang beruntung tadi. (admin)

 

Dikutip dari buku Muhammad Teladanku jilid 12.

Categories: Artikel

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam