bookmark bookmark
Sygma On August - 13 - 2015

Tiga Kriteria Kejeniusan - CopyTiga Kriteria Kejeniusan

Limartine dalam bukunya, Catatan Sejarah, menulis, Muhammad agung karena sejarah telah mencatat: tujuan yang agung, sarana yang sederhana, hasil yang mengejutkan, adalah tiga kriteria kejeniusan manusia. Siapa yang berani membandingkan orang besar mana pun pada abad modern ini dengan Muhammad?

 

muhammadteladanku.com – Kerendahan Hati dan Kemudahan Rasulullah Saw (3) – Ayah Bunda, setelah dua artikel membahas tentang kerendahan hati dan kemudahan Rasulullah Saw, ternyata masih ada kisah lain yang bisa kita ambil hikmah dan dapat menjadi teladan bagi kita. Tentunya kita dapat menceritakan dan menerapkannya untuk anak-anak kita, agar menjadi memiliki keteladanan seperti beliau.

Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang, baik orang merdeka maupun hamba sahaya, baik lelaki maupun perempuan, baik orang kaya maupun orang miskin. Beliau menjahit sendiri pakaiannya yang robek, membetulkan sandal, dan melayani diri sendiri. Beliau menuntun untanya sendiri, makan bersama para pelayan, serta selalu siap menolong orang lemah dan miskin. Seluruh kehidupan Rasulullah SAW merupakan sebuah lukisan tentang kesederhanaan.

Kecintaan orang kepada Rasulullah SAW adalah karena sikap beliau yang penuh kasih sayang, sabar, mengutamakan orang lain, serta dermawan tanpa batas. Tidak pernah beliau menolak permintaan tolong orang lain, siapa pun orang itu. Beliau tidak pernah menunjukkan wajah tidak suka menerima hadiah yang bagaimanapun remehnya. Tidak pernah beliau menonjolkan diri sendiri dalam setiap majelis. Bahkan beliau melarang orang berlagak fasih jika berbicara seperti yang beliau sabdakan, “Barang siapa belajar kecakapan berbicara untuk memikat hati orang, maka Allah tidak akan menerima kecakapan dan usahanya pada Hari Kiamat.”

Setiap orang yang berada di sisi beliau selalu merasa jadi orang yang paling istimewa karena limpahan perhatian yang beliau berikan. Jika bertemu dengan seorang yang sedang gembira dan mengalami keberhasilan, beliau pegang tangan orang itu dan ikut bergembira bersamanya. Sedang terhadap orang yang sedang terkena musibah dan bersedih hati, beliau adalah orang yang ikut merasakan dengan kasih yang amat sangat dan membantunya dengan baik. Pada musim-musim paceklik, beliau membagikan makanan untuk orang lain. Senantiasa pikiran beliau disibukkan untuk menyejahterakan dan membahagiakan orang-orang sekelilingnya.

“Sesungguhnya, orang-orang yang paling aku sukai dan duduk paling dekat kepadaku pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian,” demikian sabda Rasulullah SAW, “Sedangkan orang-orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada Hari Kiamat adalah orang-orang tsartsar, mutasyaddiq, dan mutafaihiq. Tsartsar adalah mereka yang bicaranya banyak dibuat-buat. Mutasyaddiq adalah mereka yang berbicara sepenuh mulut, berlagak fasih, dan minta dihormati. Mutafaihiq adalah orang-orang sombong.”

Dikutip dari Buku Muhammad Teladanku Jilid 12.

Categories: Artikel

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam