bookmark bookmark

mute1

mute2

1.    KELAHIRAN RASULULLAH

Adik-adik tersayang, dalam buku ini kalian dapat membaca berbagai kisah luar biasa. Ada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang membangun Ka’bah. Tentu buku ini berkisah juga mengenai masa kecil Nabi Muhammad Saw. Tahukah kalian bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah keturunan dari dua orang yang disembelih ayahnya sendiri? Tahukah juga kalian bahwa pada tahun yang sama dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Kota Mekah diserang pasukan bergajah? Jika kalian ingin tahu jawabannya, baca saja buku ini ya….

Melalui peran buku bacaan, anak akan cenderung memilih idolanya seperti yang ia baca dalam buku. Pada akhirnya, ia pun akan mengikuti tingkah laku idolanya tersebut. Buku Muhammad Teladanku ini adalah jembatan orangtua kepada anak-anaknya untuk mengenalkan kejujuran, tanggung jawab, arti bermasyarakat, bahkan sifat saling nasihat-menasihati. Sikap baik yang ditunjukkan oleh orangtuanya akan terekam dengan sendirinya oleh anak. Begitu pula kalau kita memberikan buku atau media bacaan kepada anak, berarti kita membantu membuka wawasan keluar mereka.

Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. Executive Chairman Indonesian National Commission for UNESCO

 2.    MASA MUDA

Adik-adik tersayang, masa kecil Nabi Muhammad Saw. dipenuhi dengan berbagai kisah indah dan luar biasa, walaupun ada juga yang memilukan hati. Ada kisah tentang dadanya yang dibelah malaikat, tentang wafat ibundanya terkasih, tentang betapa sayang sang kakek kepadanya, dan tentang perjalanan ke Syam yang jauh bersama sang paman, Abu Thalib.

Semuanya bisa kalian baca dalam buku ini. Selain itu semua, kalian juga bisa mengetahui masa remaja, masa dewasa, saat pernikahan Nabi Muhammad Saw., dan kehidupan keluarga beliau sebelum diangkat menjadi utusan Allah.

Buku Muhammad Teladanku yang ditulis oleh Bapak Eka Wardhana ini kiranya sangat tepat untuk dijadikan pegangan bagi pembentukan kepribadian anak. Gambaran mengenai kisah perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad Saw. dalam buku ini disajikan dengan sangat menarik dan disusun dalam bahasa yang cukup sederhana. Ilustrasi gambar-gambarnya pun indah dan penuh aneka warna. Ini semua akan membuat anak-anak senang membacanya dan mampu menangkap makna yang tersirat di dalamnya. Dengan demikian, diharapkan anak pun akan mampu untuk mengikuti keteladanan beliau dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Seto Mulyadi, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

 3.    MENJADI RASUL

Adik-adik tersayang, mungkin air mata kalian akan mengalir saat membaca buku ini. Betapa tidak, kalian akan menemukan banyak kaum Muslimin yang disiksa hanya karena mereka beriman kepada Allah Swt.

Begitu diangkat menjadi rasul, kehidupan Muhammad Saw. yang penuh ketenangan berubah drastis menjadi penuh dengan perjuangan membela Islam. Beliau juga menahan smua caci dan siksa yang ditimpakan kepadanya dengan begitu tabah. Adik-adik tersayang, kalian ingin menjadi tangguh dan sabar? Contohlah kehidupan Rasulullah Saw.

Buku Muhammad Teladanku ini bukan saja berperan mengisi otak dengan ilmu, melainkan juga kelak menggerakkan emosi serta rasa dengan cukup menyentuh. Gambar-gambar ilustrasi yang disajikan dan sentuhan estetikanya cukup hidup dan mendukung masuknya informasi dengan mudah ke dalam otak dank e dalam relung perasaan kita secara wajar. Lebih dari itu, buku ini diperkuat dengan sisipan yang kontekstual pada tiap muka/hamparan. Meski buku ini tidak secara eksplisit meringkas apa pesan moral dari setiap judul, namun tanpa kesulitan, pembacanya mampu memetik sendiri pesan moral tersebut.

Dr. H. Surahman Hidayat, MA. Direktur Shari’ah Consulting Centre, Jakarta

4.    KETABAHAN

Adik-adik tersayang, buku ini banyak bercerita mengenai kisah manis dan sedih yang dialami oleh Rasulullah Saw. Kalian bisa membaca kisah tentang islamnya Umar bin Khattan dan Abu Dzar Al Ghifari beserta masyarakatnya, suku Ghifar. Namun, di sini juga kalian akan menemui kisah menyayat hati tentang kematian paman Rasulullah Saw. Abu Thalib, yang kemudian disusul istri tercinta beliau, Bunda Khadijah. Dalam buku ini diceritakan juga bagaimana penderitaan kaum Muslimin yang diusir dan diasingkan. Masya Allah, Adik-adik tersayang, betapa gigih dan tabah Rasulullah Saw. dalam berjuang.

Melalui semangat seperti dalam buku Muhammad Teladanku ini, kita mulai lagi mengenalkan Sirah Nabawiyah (sejarah perjalanan Rasulullah Saw.) kepada generasi kita sejak dini. Semoga melalui upaya ini terbentuk “white image” bagi anak-anak kita setelah selama ini sebagian hati, pikiran, dan tingkah laku mereka tercuri atau memang sengaja dirampok oleh setan-setan (sekulerisme, materialism, dan hedonism). Semakin dini mereka mengenal Rasulullah Saw., maka generasi muda kita akan semakin cinta, mengidolakan, dan meneladani Rasulullah Saw.

Muhammad Arifin Ilham, Pemimpin Majelis Az Zikra, Jakarta

5.    TANDA-TANDA KEMENANGAN

Adik-adik tersayang, alangkah kejam perlakuan orang Kafir Quraisy kepada Rasulullah Saw. setelah Abu Thalib dan Bunda Khadijah wafat. Mereka menaburkan tanah ke atas kepala Rasulullah Saw., menimpuknya dengan batu ketika sedang shalat, serta memasukkan isi perut hewan ke dalam masakan Rasulullah Saw. Untuk meringankan beban di hati Rasulullah Saw., Allah Swt. mengutus Malaikat Jibril untuk mengajak beliau melakukan Isra’ dan Mi’raj. Akan kalian baca pada buku ini, betapa indah dan menakjubkan apa yang Rasulullah Saw. lihat dalam perjalanannya itu.

Paket buku Muhammad Teladanku, dalam pandangan saya, pantas menjadi bagian dari koleksi buku keluarga. Paket buku ini menawarkan cerita yang pantas menjadi pemandu hidup kita semua: kisah tentang Nabi Muhammad Saw. yang tidak tercela. Perjalanan hidupnya dipenuhi oleh begitu banyak keteladanan yang layak dijadikan rujukan. Namun, lebih dari itu, keteladanan tersebut disajikan dengan cara bercerita yang sederhana. Oleh karena itu, buku ini tidak saja pantas dibacakan oleh para orangtua yang berhasrat mencari cerita-cerita singkat berkualitas untuk didongengkan menjelang anak-anak mereka tidur, namun juga bisa dibaca langsung oleh anak-anak yang tidak akan merasa terbebani dengan teks yang terlalu rumit dan terlalu berat.

Ade Armando, Pemerhati Media

6.    MADINAH AL MUNAWARAH

Adik-adik tersayang, akhirnya Rasulullah Saw. tiba di Madinah. Para penduduk menyambut kedatangan beliau dengan begitu meriah dan tulus. Belum pernah dan tidak akan pernah ada lagi dalam sejarah, penyambutan yang begitu penuh cinta terhadap seorang pemimpin. Apa yang beliau lakukan pertama kali di Madinah? Tinggal di manakah Rasulullah dan keluarganya? Apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. untuk mencari nafkah? Kisah-kisah indah penuh hikmah dalam buku ini menjawab semua pertanyaan itu.

Kisah orang-orang shalih merupakan sumber inspirasi dalam proses pembentukan kepribadian, khususnya jika disajikan untuk anak-anak usia dini. Lebih-lebih kisah seorang nabi yang memang wajib diteladani. Ia menjadi bahan ajar yang tidak pernah kering. Kisah-kisah teladan yang dibuat dalam sajian yang lebih menarik memang masih sangat langka. Jangan heran jika anak-anak kita lebih menyukai cerita-cerita yang kurang bernilai disbanding buku-buku yang bercerita tentang perjalanan hidup para nabi. Buku Muhammad Teladanku ini, menurut hemat saya, akan memberikan inspirasi yang penuh nuansa untuk kepentingan pendidikan karakter, sekaligus mengisi kekosongan media pembelajaran, khususnya untuk anak-anak usia dini.

Dr. Miftah Faridl, Cendekiawan dan Ulama

7.    MEMPERTAHANKAN ISLAM

Adik-adik tersayang, kali ini Rasulullah Saw. dan para sahabatnya harus berhadapan dengan pasukan Quraisy yang berjumlah tiga kali lipat lebih banyak. Pasukan musuh juga memiliki persenjataan yang jauh lebih hebat dan canggih. Ketika kedua pasukan bertemu di Badar, Rasulullah Saw. dan para sahabatnya menyadari bahwa jika mereka kalah, akan punahlah Islam dari muka bumi.

Saksikan kegagahan Hamzah bin Abdul Muthalib yang sendirian saja mampu menahan pasukan berkuda musuh pada Perang Badar ini.

Cinta kepada Rasulullah Saw. harus di atas segala cinta kepada manusia lainnya sehingga dialah yang menjadi idola, anutan, dan contoh bersikap. Apa sebabnya? Melalui kecintaan kita kepada Rasulullah Saw., kelak kita memiliki kepribadian yang mendekati kepribadiannya. Kalau kita mendekati kepribadian Rasulullah Saw., kita akan konsekuensi dengan kalimat syahadat. Itu kunci utama menuju surge. Untuk itu, buku Muhammad Teladanku merupakan upaya meraih prinsip tersebut.

Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd., Executive Chairman Indonesian National Commission

8.    PERANG UHUD

Adik-adik tersayang, pagi itu di kaki Gunung Uhud, sebenarnya kaum Muslimin sudah meraih kemenangan dan pasukan musuh sudah berlari lintang pukang. Namun, pasukan pemanah kaum Muslimin melanggar perintah Rasulullah Saw. Akibatnya, situasi jadi terbalik. Kaum Muslimin pun terpukul mundur. Bahkan, pipi Rasulullah Saw. sampai tertembus besi helmnya akibat berhasil membangkitkan semangat para sahabatnya dan membalik kekalahan itu menjadi sebuah kemenangan.

Saya menyambut hangat atas terbitnya buku Muhammad Teladanku karya Bapak Eka Wardhana ini. Ini adalah bagian dari upaya pemenuhan hak anak, yakni diperolehnya bimbingan dan informasi yang benar bagi pengembangan kepribdaiannya. Kiranya buku ini bisa dinikmati oleh lebih banyak lagi anak-anak sehingga mereka tidak hanya dapat mengembangkan kecerdasan kreatifnya, namun juga kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritualnya. Semoga.

Dr. Seto Mulyadi, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

9.    PERANG KHANDAQ

Adik-adik tersayang, belum pernah kaum Muslimin disergap perasaan tercekam seperti saat menghadapi musuh pada Perang Khandaq. Betapa tidak, seluruh kekuatan musuh bergabung untuk menghancurkan Madinah. Begitu besar jumlah mereka, sampai-sampai Rasulullah Saw. dan kaum Muslimin harus menggali parit yang lebar dan dalam untuk menahan serangan. Di tengah situasi yang demikian itu, Yahudi Bani Quraizhah berkhianat! Mereka berusaha menyerang kaum Muslimin dari belakang!

Setelah saya, istri, dan anak-anak saya membaca buku Muhammad Teladanku, dapatlah dikatakan bahwa buku ini memiliki banyak keunikan. Buku ini bukan saja sebuah cerita bergambar seperti komik, bukan semata-mata rangkaian hikayat, tidak pula sekadar menyuguhkan kisah dialogis. Di atas lembaran-lembaran sebelah kiri dan kanannya terhampar suguhan informasi yang tuntas untuk setiap judul yang diangkat dan bahasanya mudah dicerna serta enak dibaca.

Dr. H. Surahman Hidayat, MA., Direktur Shari’ah Consulting Centre, Jakarta

10.    KEMENANGAN DI KHAIBAR

Adik-adik tersayang, kaum Yahudi adalah orang-orang yang keras permusuhannya kepada Rasulullah Saw. dan kaum Muslimin. Mereka kini semua berkumpul di sebuah kota yang terdiri atas rangkaian benteng tangguh bernama Khaibar. Di sana, 10.000 orang pasukan Yahudi bersenjata lengkap menanti kedatangan 1.500 orang pasukan Muslim yang langsung dipimpin oleh Rasulullah Saw. Apa yang terjadi kemudian?

Buku ini juga memuat banyak peristiwa penting, di antaranya Perjanjian Hudaibiyah, pengiriman utusan kepada raja, serta Perang Mut’ah.

Saat ini, kita ingin agar umat Islam kembali jaya seperti pada masa 7 hingga 14 abad yang silam, pada saat adzan sebagai nada musical batin yang terindah, masjid sebagai mercusuar aktivitas umat, dan Rasulullah Saw. benar-benar menjadi teladan hidup dan kehidupan mereka. Ketahuilah, umat Islam akan bangkit jika kembali melaksanakan dinul Islam secara kaffah dan meneladani Rasulullah Saw. oleh karena itu, buku Muhammad Teladanku ini merupakan pintu bagi anak-anak kita untuk beramal seperti yang Rasulullah Saw. teladankan. Melalui buku ini pun, kelak kita akan semakin akrab dengan anak-anak kita dan bersiap untuk menjadi teladan untuk mereka. Subhanallah. Amin.

Muhammad Arifin Ilham, Pemimpin Majelis Az Zikra, Jakarta

11.    PENAKLUKAN MEKAH

Adik-adik tersayang, akhirnya Mekah pun takluk. Setelah sekian lama mengganggu, menyiksa, dan memerangi Rasulullah Saw. dan kaum Muslimin, orang-orang Quraisy pun menyerah. Semuanya berbondong-bondong masuk Islam.

Bagaimana Kota Mekah ditaklukkan oleh kaum Muslimin? Apakah dengan cara melampiaskan dendam kesumat? Ternyata tidak, Mekah ditaklukkan dengan cerdik tanpa kekerasan. Hal ini menunjukkan, betapa agung akhlak Rasulullah Saw. Ayo, Adik-adik tersayang, kalian pun dapat turut melalui buku ini.

Paket buku Muhammad Teladanku ini disajikan dengan kemasan menarik: factor penting yang dapat mendorong anak untuk lebih tertarik membaca. Paket ini dihiasi oleh gambar-gambar yang kentara sekali dihasilkan oleh para illustrator yang tidak bekerja sembarangan. Mereka menghasilkan gambar-gambar yang menarik dilihat dengan tata warna indah. Lebih dari itu, ada kombinasi antara gambar-gambar serius dan gambar-gambar yang lebih santai, yang dapat menjadikan pembaca lebih nyaman menikmatinya. Singkat kata, seri buku Muhammad Teladanku ini layak dimiliki oleh para orangtua yang ingin menyajikan media menarik dan sehat untuk dikonsumsi otak dan jiwa anggota keluarganya. Saya berharap, penerbit Syaamil lebih banyak membanjiri masyarakat Indonesia dengan produk-produk sejenis.

Ade Armando, Pemerhati Media

12.      TELADAN UMAT MANUSIA

Adik-adik tersayang, akhirnya Mekah pun takluk. Setelah sekian lama menganggu, menyiksa, dan memerangi Rasulullah Saw. dan kaum Muslimin, orang-orang Quraisy pun menyerah. Semuanya berbondong-bondong masuk Islam.

Adik-adik tersayang, sekaranglah saat mengenal Rasulullah Saw. legib jauh. Subhanallah, tidak aka nada orang yang pribadinya begitu sempurna seperti beliau. Bayangkan saja, beliau adalah seorang pemimpin Negara, akan tetapi jika menengok kediamannya, kita akan menemukan perabot yang sama sederhananya dengan rakyat biasa.

Rasulullah Saw. itu gagah dan sangat berani dalam berperang, akan tetapi beliau bukanlah orang kasar dan menakutkan. Sebaliknya, beliau begitu ramah dan lembut sampai hewan-hewan kecil pun tidak luput dari kisah sayangnya. Masya Allah!

Sebagai orangtua dan pendidik, kita tentu mengharapkan agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan memiliki kepribadian yang positif dan unggul pada masa yang akan dating. Oleh karena itu, mereka sungguh memerlukan tokoh-tokoh yang unggul pula untuk dijadikan anutan. Tokoh untuk dijadikan model identifikasi bagi anak ini bisa diperoleh dari orang-orang terdekat yang dijumpainya sehari-hari, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dan guru. Namun, hal itu bisa pula diperoleh anak melalui media yang berada di sekelilingnya, seperti tayangan televise dan buku-buku bacaan. Oleh karena itu, tentu diharapkan anak pun memperoleh lingkungan yang kondusif bagi proses tumbuh-kembangnya, yaitu dalam bentuk ketersediaan program televise ataupun buku-buku bacaan yang edukatif di sekelilingnya, seperti Buku Muhammad Teladanku ini.

Dr. Seto Mulyadi, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

13.    RASUL PENYAYANG

Adik-adik tersayang, dalam buku ini kita akan mengenal lebih jauh keluarga Rasulullah Saw., terutama para istri beliau yang kita panggil dengan Ibu Kaum Beriman (Ummul Mukminin). Siapa di antara mereka yang terkenal kebijaksanaannya? Siapa di antara mereka yang dinikahkan langsung oleh Allah Swt. dengan Rasulullah Saw? siapa di antara mereka yang paling murah hati? Yuk, kita cari jawabannya dalam buku ini!

Buku Muhammad Teladanku sangat cocok untuk dinikmati oleh anak-anak kita pada usia pendidikan dasar sembilan tahun. Meski demikian, buku ini tetap berguna untuk remaja. Orang dewasa pun bahkan tetap bisa memperoleh manfaat dengan membacanya. Sejatinya kapan saja sirah Rasulullah Muhammad Saw. dihidangkan, akan tetap relevan, segar, dan dibutuhkan. Bagaimanapun, “Uswatun Hasanah” yang telah dilekatkan Allah Swt. kepada diri beliau menjadi rujukan setiap orang yang setuju dengan keluhuran budi dan peri hidup yang beradab.

Dr. H. Surahman Hidayat, MA, Direktur Shari’ah Consulting Centre, Jakarta

14.    RASUL YANG DICINTAI

Adik-adik tersayang, kita sudah sangat mengerti betapa besar rasa sayang Rasulullah Saw. kepada para sahabat dan umatnya. Namun, tahukah kita bahwa rasa cinta para sahabat kepada beliau juga demikian dalam dan indah? Seluruh sahabat rela mempertaruhkan nyawanya agar dapat melindungi Rasulullah Saw. dan mengamalkan sunnahnya. Lalu, bagaimanakah dengan kita?

Sungguh, tidak semua orang Islam menjadikan Rasulullah Saw. sebagai uswah hasanah, kecuali hamba-hamba Allah yang sangat merinfukan rahmat dan cinta kasih sayang Allah Swt; mereka yang ingin selamat di akhirat dan bahagia dalam surge Allah Swt. sehingga mereka mencontoh Rasulullah Saw. dan senantiasa berzikir kepada Allah Swt. Semoga kahadiran buku Muhammad Teladanku memberi jalan bagi kaum Muslimin untuk menjadikan Rasulullah Saw. sebagai uswah hasanah.

Muhammad Arifin Ilham, Pemimpin Majelis Az Zikra, Jakarta

15.    RASULULLAH BERKISAH

Adik-adik tersayang, ternyata Rasulullah Saw. sangat mahir bercerita. Jika beliau bercerita, semua sahabatnya akan terpukau dan tidak akan beranjak pergi sebelum Rasulullah Saw. menyudahi ceritanya itu. Tentu saja kisah-kisah yang dibawakan oleh Rasulullah Saw. bukan kisah sembarangan. Semua kisah mengandung pelajaran yang amat dalam.

Maukah kalian juga iktu mendengarkan beliau berkisah? Baca deh buku ini! Kalian akan terpukau oleh keindahan, keharuan, dan semangat dari kisah-kisah Rasulullah Saw. ini!

Tidak dapat dipungkiri, di Negara Barat khususnya, masih ada sejumlah orang yang berusaha menodai kemuliaan nabi akhir zaman ini dan melukai hati setiap Muslim yang beriman. Reproduksi 12 kartun Nabi Muhammad Saw. yang terbit di Swedia adalah salah satunya. Mudah-mudahan terbitnya buku Muhammad Teladanku menjadi alat penambah mahabbah pembacanya kepada insan yang paling dicintai Allah Swt. di muka bumi. Siapa yang mencintai beliau niscaya dicintai oleh Allah Swt. yang sangat mencintainya. “Barang siapa mencintaiku, maka akan bersamaku di surge.” Amin.

Dr. H. Surahman Hidayat, MA. Direktur Shari’ah Consulting Centre, Jakarta

16.    WAFATNYA RASULULLAH

Adik-adik tersayang, hampir tidak ada orang beriman yang tidak menangis membaca kisah saat Rasulullah Saw. wafat. Siapa yang tidak sedih jika orang yang sangat kita cintai akhirnya pergi meninggalkan kita? Coba kalian terka, siapa yang Rasulullah Saw. ingat pada saat0saat terakhir hidupnya? Ternyata, baliau ingat kepada kita. Baliau memanggil-manggil kita ketika maut menjemputnya, “Umatku… Umatku…!”

Selamat jalan, wahai Rasulullah Saw. tersayang. Sungguh, kami merindukan syafa’at dan kasih sayangmu di akhirat nanti.

Paket buku Muhammad Teladanku tampaknya dipersiapkan dengan begitu matang. Penulisannya dengan cakap menjelaskan ajaran-ajaran moral yang melekat dalam setiap episode cerita. Pada sisi lain, di dalam setiap episode tersebut disertakan pula penjelasan mengenai informasi-informasi tambahan yang akan memperkaya wawasan pembaca cilik (dan juga orangtua) mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada masa ratusan tahun yang lalu itu. Dengan kata lain, para orangtua pun bahkan bisa memperoleh infoemasi baru dari buku yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak mereka ini!

Ade Armando, Pemerhati Media

17.    MUTIARA PELENGKAP

Adik-adik tersayang, dalam buku ini kalian akan semakin meyakini, mengapa Rasulullah Saw. patut menjadi teladan kita? Kira-kira, mengapa ya…? Kalian pun dapat membuat puisi atau bahkan surat untuk Rasulullah Saw. tercinta. Dalam buku ini, kalian juga bisa memperoleh pengetahuan lain yang akan menambah wawasan dan kecerdasan kalian. Selain itu, kalian juga dapat bermain game dan kuis tentang kehidupan Rasulullah Saw. Kalian bisa bahkan orangtua dan guru kalian. O, ya, beberapa tokoh terpandang turut mengomentari buku ini lho!

Orangtua sebenarnya memiliki kewajiban untuk memilihkan jenis buku yang bukan saja berisikan jenis infoemasi yang baik, tetapi juga yang sekaligus atrkatif, menarik, menyenangkan untuk dibaca, serta mendorong anak untuk lebih banyak membaca dan bahkan merangsang keingintahuan anak lebih lanjut untuk mencari tahu dari sumber-sumber informasi lain. Buku Muhammad Teladanku tampaknya sudah memenuhi criteria tersebut. Dengan begitu, koleksi buku-buku baik dalam sebuah keluarga akan menjadi warisan tidak ternilai yang berguna bagi para anggota keluarga tersebut dalam menemukan kebenaran dan kebahagiaan sejati dalam hidupnya.

Ade Armando, Pemerhati Media

 18.    ENSIKLOPEDIA MUHAMMAD

Adik-adik tersayang, buku ini adalah penutup dari rangkaian kisah luar biasa mengenai kehidupan Rasulullah Saw. pada jilid-jilid sebelumnya. Buku ini akan memudahkan kalian untuk mencari kata kunci yang diperlukan, sesuai urutan abjad yang tersedia.

Semoga kalian menjadi anak yang shalih dan shalihah, gigih berjuang meraih cita-cita, teguh membela keagungan Islam, tabah menahan derita dengan tetap tersenyum, dan meraih prestasi setinggi-tingginya sebelum mati. Semboyan perjuangan kita adalah, “Ingat Allah, ingat Rasulullah” dan “Hidup mulia atau mati syahid di jalanNya”.

Invasi budaya dan pemikiran telah menggerus dan memorak-porandakan ‘izzah kaum Muslimin Indonesia. Itulah akibat dari mentalitas, karakter, dan budaya Muslim Indonesia yang semakin jauh dari keteladanan. Tentu kondisi demikian tidak boleh berlangsung lama. Harus segera dibenahi. Pembenahan utama adlah dengan membenahi diri dan dimulai sejak dini. Misi pembenahan inilah yang saya lihat dari buku Muhammad Teladanku, yaitu menghadirkan sosok suri teladan terbaik sepanjang zaman, dengan gaya tutur yang mudah dipahami dan mudah diresapi oleh siapa pun.

Ustadz H. Nandang Burhanudin, Lc., M. Si, Pemerhati Sosial dan Agama, Bandung